ilustrasi

Karya : Nailul rofika

Apakah ini yang namanya Rindu

selalu bertopang dagu menahan Hasrat dilepas jiwa mengarung waktu

ah Suaramu

terdengar seperti apakah?

Masihkah sama seperti Alunan nada gitar espanyola yang  biasa di baladakan di persimpangan waktu pertama kita berdansa

Lalu Wajahmu

Rupawannya seperti apakah?

Apa sama indah simetrisnya seperti petikan awal intro nada kedua tango di festival Anggur ?

Belai tanganmu,  Hembus nafasmu,  Birahimu yang memburu ku,  apakah masih sama…

~~

Racauku meracun pikiranku hingga kacau balau tak tentu arah

sedang apa ?

Menghayal karena setengguk Chianti Classico dimusim dingin

Membayangkan Deretan butir  per butir sangiovese di Tuscany dan melumat bibirmu dalam dalam

Dan lalu tenggelam bersama tubuhmu disaksikan malam

Bodoh semua,  Sadarkan aku!

Sudah gila si Blonde menggodaku hingga luput bergelas gelas

Yah,  seperti Ironinya tentang Anggur yg penuh dedikasi kerja keras dan gairah yg membara

Mungkin seperti itu aku mengigau idamkan asmara

Selalu bergairah mengimajikan abstraknya fiktif isi kepala

Aku pernah di tawari champagne

Tapi aku menolak dgn 1 telunjuk jari

menjelaskan dgn  4 lainnya

dan Meninggikan Brunello dengan satu ibu jari

Kenapa?

efek rona nafsunya tak sedahsyat wine

tak senikmat wine

tak semenggiurkan wine

wine,  wine

aku jatuh cinta

benar benar jatuh cinta

Tapi realita seperti menyadarkan kembali di awal

Aku hanya sedang rindu

Disaat kedua tanganmu melipat didepan dada dan ragaku tak mampu

menyentuh si rindu menjadi nyata

Biodata Penulis :

Saya Nailul rofika Saat ini aktif sebagai mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here