Pakai Busana Adat Saat Sidang Skripsi, Mahasiswa Ini Tunjukkan Keragaman Nusantara

0
1152
Indah Nofrida Limbong memakai baju adat Batak, dan Yuliana memakai baju adat Melayu Jambi foto bersama dewan penguji skripsi.

Muaro Jambi – Ada yang berbeda pada sidang skripsi mahasiswa Universitas Jambi (Unja) khususnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Mahasiswa di Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKKn) memakai busana adat saat sidang skripsi. Indah Nofrida Limbong dan Yuliana adalah mahasiswa yang memakai busana adat saat sidang skripsi, Senin (14/5/2018).

Indah Nofrida Limbong memakai baju adat Batak, dan Yuliana memakai baju adat Melayu Jambi. Dua mahasiswa tersebut adalah mahasiswa angkatan tahun 2014 yang merupakan mahasiswa pertama Prodi PPKn yang telah selesai sidang skripsi. Memakai baju adat saat sidang skripsi merupakan himbauan dari Prodi PPKn  dengan tujuan untuk melestarikan budaya daerah. Namun  tidak diwajibkan agar mahasiswa tidak merasa terbebani.

“Prodi sudah menyepakati, ini dalam rangka melestarikan budaya. Mahasiswa memakai pakaian adat saat sidang skripsi. Tapi ini tidak diwajibkan agar mahasiswa tidak merasa terbebani. Banyak mahasiswa yang mendukung”, kata Drs. Irzal Anderson, M.Si,selaku ketua Prodi PPKn.

Drs. Irzal Anderson, M.Si, mengaku senang dengan kedua mahasiswa tersebut yang telah selesai sidang skripsi tepat waktu.

“Saya merasa gembira sekali, Alhamdlillah walaupun dua orang tapi kami bisa meluluskan mereka selama 4 tahun dengan IP 3,9,” ungkapnya.

Indah Nofrida Limbong meneliti mengenai model pembelajaran based learning terhadap kemampuan berfikir siswa. Memakai baju adat Batak saat siding skripsi membuatnya bangga dengan ciri khas daerahnya tersebut.

”Karena kami Prodi PPKn identik dengan Bineka Tungkal Ika. Kami bangga memakai pakaian adat daerah,” ucapnya.

Reporter: Mellynia Zulpita, Nur Halimatusyadiyah dan Nadia Dwi Anggraini

Redaktur: Riska Maulita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here