Kalahkan 11 PTN, Mahasiswa Unja Raih Juara 1 Debat Kebangsaan Nasional di Riau

0
2120
dari kiri Yogi Sefpra Putra, Joni Iskandar, dan Dosil Henofra.

Muaro Jambi- Tiga mahasiswa Universiats Jambi meraih juara 1 debat kebangsaan nasional di Universitas Riau dalam kegiatan UNRI EXPO 2018. Tiga mahasiswa tersebut yakni Joni Iskandar mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia  FKIP, Yogi Sefpra Putra dari Fakultas Hukum, dan Dosil Henofra dari Fisipol.

Debat nasional yang diselenggarakan tanggal 06 sampai 09 Desember 2018 itu diikuti oleh delegasi dari 12 universitas se Indonenesia yaitu Universitas Sumatera Utara (USU), Politeknik Negeri Jakarta, Institute Pertanian Bogor (IPB), Universitas Brawijaya,  Universitas Jambi, Universitas Hasanudin, Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Pakuan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Riau, dan Universitas Islam Negeri Syarif Kasim (UIN Suska).

Dalam lomba debat tersebut 42 universitas diseleksi melalui seleksi essay dan diterima sebanyak 12 universitas, karena ada yang mundur tinggal 11 universitas yang ikut bertanding.

Setelah melewati beberapa babak, akhirnya tim delegasi Universitas Jambi meraih juara 1, sedangkan juara 2 diraih oleh Universitas Brawijaya, juara 3 Universitas Riau, dan juara 4 diraih oleh IPB.

Delegasi Universiats Jambi saat persipaan debat.

Joni Iskandar menuturkan saat final menghadapi delegasi dari Universitas Brawijaya terjadi debat yang sengit dnegan tema penerapan peraturan daerah berbasis agama di daerah.

“Saat lomba kemarin sangat sengit sekali apalagi saat melawan Universitas Brawijaya sangat luar biasa,” tuturnya saat dihubungi Genta FKIP, (10/12/2018).

Masih kata Joni, karena tekat yang kuat dari tim Universitas Jambi untuk membawa pulang piala akhirnya tim Universitas Jambi meraih juara satu dalam lomba debat tersebut.

“Alhamdulillah kami mendapatkan juara dan kami memang menargetkannya agar bisa membanggakan Universitas Jambi serta ada ongkos untuk pulang,” tambah Joni yang pernah meraih juara satu debat nasional di Universitas Bengkulu tahun 2018.

Debat antara delegasi Universitas Jambi (kanan) dengan delegasi Universitas Brawijaya (kiri).

Joni mengatakan, sebelum mengikuti perlombaan banyak rintangan yang dihadapi, mulai dari kekurangan dana sampai waktu latihan yang minim.

“Banyak rintangan yang kami lewati terutama karena tidak ada dana kemarin sudah tutup buku untuk pendanaan, jadi kami kebingungan dan akhirnya meminjam uang kemudian latihannya juga sangat singkat hanya tiga hari,” pungkasnya.

Reporter : Siti Enik Mukhoiyaroh Bambang

Redaktur : Priyanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here