Mahasiswa dan Politik dalam Dialog Kebangsaan PBM

0
2026
Partai Bintang Mahasiswa (PBM) Universitas Jambi (Unja) bersama pemateri dalam acara dialog kebangsaan dan mimbar bebas

Muaro Jambi – Partai Bintang Mahasiswa (PBM) Universitas Jambi (Unja) mengadakan acara dialog kebangsaan dan mimbar bebas dengan mengangkat tema “Merajut Kesatuan Berbangsa dengan Berpolitik dan Semangat Demokrasi” bertempat di Aula Rektorat, Universitas Jambi, Minggu (8/3) pukul 07.30 waktu setempat.

Acara ini menghadirkan para pemateri Dr. H.Al Haris, S.Sos, M.H (Bupati Merangin), M. Iqbal Linus (ketua KNPI provinsi Jambi), Mezi Arsento(ketua PW SAPMA provinsi Jambi), Warfian Saputra S.H.,M.H (Wakil Presiden BEM KBM Unja tahun 2009, pimpinan kantor Hukum Palang Merah Keadilan), dan Arif Alhadi, S.H.(Presiden PBM 2016/2017, Mahasiswa pasca sarjana llmu Hukum Unja).

Triandi Theodora, selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa acara ini bertujuan guna menumbuhkan minat mahasiswa berpolitik dalam berdemokrasi. Acara ini juga memberikan pembekalan kepada mahasiswa dalam berpolitik yang baik dan benar.

“Mahasiswa harus aktif dalam segala hal, baik dalam bidang akademik maupun non akademik, seperti berpolitik,” ungkapnya.

Warfian Saputra S.H.,M.H., saat menyampaikan materi

Terpisah, Warfian Saputra S.H.,M.H., mengungkapkan bahwa politik itu sangat penting untuk mahasiswa (politik kampus) sebagai agent of change (agen perubahan) yang akan memimpin bangsa ini untuk kedepannya. Politik kampus harus benar-benar bersih dari pengaruh apapun, baik itu kekuasaan, uang, dan pengaruh lainnya.

“Proses kekuasaan itu harus diberikan dengan politik. Ketika kita sebagai orang baik tidak berpolitik, maka orang yang tidak memiliki itikad baik akan memiliki kekuasaan. Namun, ketika kita ikut berpolitik, maka akan menghasilkan pemimpin yang baik pula,” ungkapnya.

Terakhir, dia berpesan agar mahasiswa dapat menjadi politik kampus yang menjunjung tinggi idealisme mahasiswa, yaitu idealisme yang terjaga untuk kepentingan masyarakat dan kepentingan mahasiswa lainnya.

“Jadilah aktivis kampus, bukan aktivis nasi bungkus,” tutupnya kepada wartawan Genta FKIP.

Reporter : Deni dan Dicky
Redaktur : Nur halimatusyadiyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here