Muaro Jambi- Elektronik Pemilihan Umum Raya (E-PEMIRA) Universitas Jambi (Unja) akhirnya usai digelar. Kurnia Nanda dan Dorel Efendi serta Arip Nurrahman dan Ahmad Fais Hidayat ditetapkan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan, Senin (24/8)

Kurnia Nanda dan Dorel Efendi ditetapkan sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) dan wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) BEM KBM Unja. Nanda dan Dorel merupakan pasangan yang di usung kualisi cerdas yaitu, oleh Partai Bintang Mahasiswa (PBM), Partai Kepedulian Mahasiswa Unja (KPM-U), Partai Mahasiswa Pemersatu (PMP) dan Partai Solidaritas Mahasiswa (PSM) dalam E-PEMIRA Unja yang dilaksankan pada 21- 24 Agustus 2020 ini memperoleh sebanyak 5.880 suara.

Ucapan selamat, terima kasih serta harapan ramai di sampaikan, salah satunya dari Aviv Ramadya Presiden Partai Bintang Mahasiswa(PBM) Unja. Aviv menyampaikan ucapan selamat kepada pemimpin terpilih dari PBM dan Aviv juga mengucapkan terima kasih kepada kualisi cerdas yang telah berkejasama dalam memenangkan pasangan Kurnian Nanda dan Dorel Efendi, semoga kerjasama ini terus berlanjut.

“ yang pertama selamat kepada Nanda dan Dorel. Dan terima kasih kepada kualisi cerdas yang telah membantu bekerjasama dalam memenangkan Nanda dan Dorel, semoga kita selalu solid,” ungkap Aviv.

Kurnia Nanda mahasiswa FKIP Prodi Pendidikan Biologi. Selaku Presma terpilih, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, teman-teman kualisi cerdas dari PBM, PKM-U, PSM dan PMP yang telah membantu mereka berdua untuk mewakili suara mahasiswa dalam E-PEMIRA Unja 2020. Selanjutnya, Nanda juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada mahasiswa, kader, relawan dan tim pemenang lainnya yang turut berpartisipasi dan mendoakan mereka.

“ saya ucapkan terima kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta teman-teman kualisi cerdas dari PBM, PKM-U, PSM dan PMP yang telah membantu saya Kurnia Nanda dan Dorel Efendi untuk mewakili suara mahasiswa dalam pesta E-PEMIRA Unja. Lalu, terima kasih juga sedalam-dalamnya kepada mahasiswa, kader-kader, relawan-relawan dan tim pemenang yang turut berpartisipasi dan mendoakan kemenangan kami dalam E-PEMIRA Unja 2020,” ungkap Nanda.

“saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh elemen mahasiswa yang telah mendukung suksesnya Pemilihan Umum Raya Unja pada tahun ini. Selanjutnya, saya juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi teman-teman dari fakultas saya sendiri yaitu, Fakultas Pertanian dan Prodi Kehutanan. Dan terima kasih juga kepada teman-teman organisasi di kampus dan organisasi luar kampus yang telah memberikan kepercayaan kepada kami. Yakinlah bahwa satu suara yang teman-teman berikan untuk PEMIRA ini, akan menentukan baik atau buruknya Unja kedepan, ” tambah Dorel mahasiswa Fakultas Pertanian, selaku Wapresma terpilih.

Secara bersamaan, Arip Nurraman dan Ahmad Fais Hidayat ditetapkan sebagai Gubernur Mahasiswa dan Wakil Gubernur Mahasiswa FKIP Universitas Jambi, dengan memperoleh sebanyak 2.349 suara dan di susul rivalnya Agustian-Dina dengan 1.087 suara dalam E-PEMIRA Unja tahun 2020.

 

Arman mahasiswa FKIP Prodi Pendidikan Fisika bersama pasangannya Fais menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh mahasiswa FKIP yang antusias dalam mengikuti E-PEMIRA tahun ini. Tak lupa Arman dan Fais menyampaikan terima kasih kepada tim relawan Fakultas dan tim pemenang Fakultas yang telah mengantarkan dalam kemenangan mereka pada hari ini.

“ saya bersama pasangan mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh mahasiswa FKIP yang antusias dalam mengikuti Pemilihan Umum Raya kali ini,” ungkap Arman.

“saya ucapkan banyak terima kasih kepada tim relawan PBM Fakultas ataupun tim pemenangan Fakultas,” tambah Ahmad Fais Hidayat mahasiswa FKIP Prodi Pendidikan Sejarah.

Sahreni dan Rendy mahasiswa Unja angkatan 2018 menyampaikan harapannya, untuk pemimpin terpilih dapat mementingkan kepentingan bersama, merealisasikan pendapat-pendapat mahasiswa dan menghasilkan regenerasi yang berintegritas tinggi.

“semoga pemimpin terpilih dapat mempertanggungjawabkan tugas-tugasnya dan tidak mementingkan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu saja namun harus fokus pada kepentingan bersama,” tutur Sahreni mahasiswa FKIP.

“ harapan saya, BEM benar-benar menjadi ruang untuk mahasiswa berkaloborasi demi banyak lagi prestasi dan lebih banyak lagi menciptkan para generasi pemimpin yang berahlak serta berintegritas tinggi” tutur Rendy mahasiswa FEB.

Antusias yang besar akan melahirkan harapan yang besar pula. Harapan besar berupa terciptanya mahasiswa yang dapat menjawab tantangan zaman, memajukan Unja dan menciptakan regenerasi militan, itu semua menjadi harapan bersama bagi mahasiswa Unja dan pemimpin BEM terpilih dalam E-PEMIRA Unja tahun ini.

“kami mengharapkan kerjasama dari Fakultas Ilmu Budaya yang sudah bergabung dengan FKIP dan kerjasama dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan semoga tingkat partisipasi mahasiswa FKIP lebih tinggi lagi serta kami berharap mahasiswa FKIP dapat mengambil peran dan bersinergi bersama,” ungkap Rahman dan Fais.

 

Arip Nurrahman-Ahmad Fais Hidayat

“ saya berharap kepada teman-teman dari fakultas manapun, mari bersama-sama kita membangun ruang kaloborasi di BEM KBM unja untuk tahun 2020-2021 demi Unja lebih baik kedepannya,” ungkap Nanda penuh rahapan.

“ kami punya ruang pelayanan, di sana teman-teman dapat menyampaikan aspirasinya, bisa menyampaikan secara daring atau diskusi langsung bersama kami, kami sangat terbuka akan hal itu. Dan juga berhasil atau tidaknya kepemimpinan kami nantinya dapat di buktikan dengan lahirnya kepemimpinan yang lebih bagus dari kami” tambah Dorel dengan tegas.

Kurnia Nanda-Dorel Efendi

Sementara kemarin pesta demokrasi yang berlangsung alot, menghadirkan pesan dan harapan tersendiri bagi mahasiswa Unja dalam PEMIRA kepedapnya agar lebih baik.

“pesan dari saya untuk PEMIRA ke depannya memperbaiki teknis dan sistem, agar kemudian mahasiswa percaya dengan teknis dan sistem yang diberlakukan,” tutup Aviv.

“harapan kedepannya sosialisasi dari KPU dan Bawaslu itu sendiri sampai ke akar sehingga seluruh mahasiswa dapat terjangkau secara informasi dan juga harapannya kedewasaan berpolitik diterapkan oleh mahasiswa, karena sayang sekali di ajang tahunan seperti ini dan pesta terbesar masih di ciderai dengan isu-isu yang menyerang personal,” tutup Rahman.

“pesan untuk adik-adik yang akan menyelenggarakan PEMIRA berikutnya, agar belajar dari PEMIRA tahun ini. Perbaikilah hal yang menjadi kekurangan di tahun ini dan jika ada inovasi dan kreatifitas sihlakan tuangkan di PEMIRA berikutnya karena itu adalah wujud dari kemajuan kontestasi politik yang ada di Unja,” tutup Dorel.

Penulis: Alma Tiara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here