foto bersama

Jambi – Dosen Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jambi mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat di SMPN 1 Kuala Tungkal. Kegiatan ini dibagi menjadi 5 tema, salah satunya “Workshop Pembelajaran Berbasis Kearifan Local Jambi”. Diikuti oleh 80 orang guru seluruh SMP Kabupaten Tanjung Jabung Barat, serta turut hadir Kepala SMPN 1 Kuala Tungkal, pada Rabu (19/08).

Kegiatan dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pertama pemaparan materi tentang potensi kearifan lokal Jambi dan strategi mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran. Pada sesi kedua peserta melakukan pemetaan kompetensi dasar dan merancang pembelajaran berbasis kearifan lokal. Diakhir kegiatan, tim PPM memberikan kenang-kenangan berupa buku permainan tradsional anak Indonesia karya dosen kepada peserta yang paling aktif.

Martunis M. Yusuf, S. Pd, M. Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Tanjung Jabung Barat  dalam sambutannya menyampaikan ini merupakan langkah kongkrit kerjasama antara Universitas Jambi dengan Pemda Tanjung Jabung Barat. Kegiatan ini sangat membantu dalam peningkatan kompetensi guru.

“sehingga hasil-hasil penelitian dapat disebarluaskan dan diterapkan dalam pembelajaran di kelas “ , ungkapnya.

Sementara Ketua Prodi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jambi Wawan Kurniawan, S.Si., M.Cs menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud dari komitmen dosen dalam upaya membantu peningkatan kualitas pendidikan. Kegiatan di lakukan

“Dosen sharing pengalaman dengan guru-guru di daerah”, ungkapnya

Dra. Jufrida, M.Si sebagai ketua tim Pengabdian Kepada Masyarakat menyampaikan Jambi memiliki kearifan lokal yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar. serta tujuan kegiatan ini yaitu untuk melatih guru SMP dalam mengindentifikasi potensi kearifan lokal yang ada di Provinsi Jambi dan mendesain pembelajaran berbasis kearifan lokal Jambi.

“Sumber belajar di antaranya Candi Muaro Jambi, Bangsal Batu Bata Setiti, Rumah Adat, Batik Jambi, Sungai Batang Hari, Perahu Tradisional, Dan Perkebunan Karet, Geopark Merangin, Lubuk Larangan, Hutan Adat/Desa, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro, Tempoyak, Pandai Besi, dan Tangkul Ikan.”, ungkapnya.

Salah satu peserta Ibu Nirmalasari Guru SMPN 3 Kuala Tungkal mengatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat dalam merancang pembelajaran yang kontekstual berbasis kearifan lokal. Tungkal punya banyak kearifan lokal dijadikan sebagai sumber belajar.

“pelatihannya baru sehingga memberikan pengalaman yang berbeda bagi saya. Kegiatannya juga tidak monoton, peserta diajak langsung praktek merancang pembelajaran berbasis kearifan local”, pungkasnya.

(alw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here