Berkarya di Era Pandemi bersama Munsi

0
150
Munsi III bersama dengan sastrawan, akademisi, dan pegiat sastra.

Muaro Jambi – Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia atau lebih dikenal dengan sebutan Munsi adalah pertemuan Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dijadikan sebagai forum bagi sastrawan untuk berdiskusi, berkarya, berbagi informasi, dan bersilaturahim antara sastrawan, pegiat sastra, kalangan akademisi, dan mahasiswa. Acara ini dilaksanakan pada 2-5 November 2020 di Novotel Hotel, Jakarta.

Acara Munsi merupakan kegiatan pemberian materi, merumuskan program yang harus direkomendasikan untuk badan bahasa demi kemajuan sastra. Pada Munsi III 2020 terdapat tiga rekomendasi yakni Pengembangan Sastra, Pembinaan Sastra dan Perlindungan Sastra. Acara ini biasanya diadakan setiap 3 tahun sekali, dan dihadiri oleh sastrawan, akademisi dan mahasiswa.

Dari Provinsi Jambi yang lolos seleksi Munsi III ada 5 orang yakni Dwi Rahariyoso, S.S., M.A. selaku Dosen Sasindo FKIP Unja, Nafri Dwi Boy mahasiswa PBSI FKIP Unja, Novita Sari mahasiswi Sasindo FKIP Unja, Rini Febriani alumni PBSI FKIP Unja, dan Marwiyah alumni Sasindo FKIP Unja.

5 orang yang lulus Munsi III 2020 dari Provinsi Jambi.

Nafri Dwi Boy merupakan salah satu mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi yang berhasil lulus seleksi Munsi serta mendapatkan kesempatan untuk menghadiri acara Munsi. Ia sangat senang karena bisa lulus seleksi Munsi sehingga bisa bertemu dengan sastrawan senior se-Indonesia dari berbagai suku, seperti Sutardji Calzoum Bachri, Maman S. Mahayana dan sebagainya. Dengan adanya Munsi, diharapkan pemuda dapat menghasilkan karya untuk mengekspresikan problematika kehidupan.

“Saya sudah sering mengikuti acara, tapi pada Munsi ini adalah sebagai kegiatan yang paling tinggi diikuti, karena bisa hadir di tengah-tengah sastrawan yang hebat di tanah air,” ujarnya.

Marwiyah selaku alumni Sastra Indonesia FKIP Unja mengatakan bahwa Munsi merupakan wadah untuk berdiskusi, berkarya, berbagai informasi, dan bersilahturahmi antar sastrawan dan pegiat sastra. Ia berharap hadirnya Munsi dapat menciptakan karya sastra Indonesia yang berkualitas, layak dibaca di negeri sendiri, maupun di kancah internasional.

“Melalui kegiatan ini saya ingin sekali mempunyai antologi puisi karya saya sendiri,” tutupnya.

Reporter : Yuni Fitriyani dan Kristina Leoni Kore
Redaktur: Andi Naga Wulan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here