Unja Siapkan Metode Blended Learning Tahun Ajaran 2020-2021

0
5136
Warek I Unja saat diwawancarai wartawan Genta FKIP Unja.

Muaro Jambi – Universitas Jambi (Unja) tengah menyusun kebijakan pembelajaran blended learning guna mempersiapkan perkuliahan semester genap tahun ajaran 2020-2021. Metode blended learning adalah metode belajar yang dilakukan secara tatap muka di kelas berpadu dengan proses e-learning.

Dr. Drs. Kamid, M.Si. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik (Warek I Unja) Universitas Jambi menjelaskan bahwa Unja akan menggunakan metode kuliah blended learning. Metode ini diperuntukkan hanya untuk mahasiswa semester 2 dan 8. Sementara mahasiswa semester 4 dan 6 akan melaksanakan perkuliahan daring untuk mata kuliah teori dan mata kuliah berbasis praktikum akan dilakukan secara luring.

“Jadi ini semacam kebijakan sementara dan kita akan bicarakan dengan pimpinan, semester depan kecenderungannya adalah kuliah blended learning untuk mahasiswa semester 2 dan 8. Untuk mahasiswa semester 4 dan 6 kalau sifat mata kuliah itu teoritis maka akan kita gunakan daring, sedangkan untuk praktikum kita offline,” jelasnya kepada wartawan Genta FKIP Unja. Senin (21/12).

Dalam mempersiapkan perkuliahan berbasis blended learning, Warek I Unja mengungkapkan bahwa Unja tengah merancang penerapan protokol kesehatan (Prokes). Ruang kelas hanya boleh diisi 50% dari jumlah kapasitas ruangan guna menjaga jarak antar mahasiswa. Selain itu, akan diberlakukan shift dengan rentang jarak antar shift minimal 1 jam. Hal tersebut berlaku bagi mahasiswa yang berada di Provinsi Jambi. Sementara untuk mahasiswa di luar Jambi akan menjalani Prokes khusus yakni rapid antigen dan swab test.

“Rancangannya adalah ketika suatu kelas memiliki kapasitas 40 mahasiswa, maka harus dipisah atau di shift, jadi 20 masuk dan 20 sisanya, dan rentang 1 shif minimal 1 jam. Itu pengaturan sementara, dan nanti dibawa pada rapat pimpinan. Untuk mahasiswa yang dari luar Provinsi Jambi, maka akan ada Prokes khusus untuk mereka, apakah cukup rapid antigen atau harus swab, nanti akan dibicarakan di rapat pimpinan dan konsultasi dengan Gugus Covid Unja,” ungkapnya.

Selain protokol kesehatan yang ketat, mahasiswa harus membawa surat persetujuan orang tua untuk melaksanakan perkuliahan luring. Jika tidak setuju, maka mahasiswa mengikuti perkuliahan secara daring.

“Ini masih draf awal mahasiwa kesini harus ada persetujuan orang tua kalau orang tua tidak setuju mereka akan mengikuti perkuliahan daring,” pungkasnya.

Reporter: M. Imam
Redaktur: Andi Naga Wulan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here