MENDUDUKI PERINGKAT KEDUA, MAHASISWA UNJA SIAP BERINTERAKSI DENGAN DUNIA PENDIDIKAN

0
368
Unja menduduki urutan kedua sebagai kampus dengan orientasi kelulusan 421 mahasiswa yang ikut kampus mengajar.

Muaro Jambi- Sebanyak 421 mahasiswa Universitas Jambi (Unja) berhasil lulus dalam program kampus mengajar. Ini membuat Unja menduduki peringkat kedua terbanyak dalam wilayah Sumatra, program yang diluncurkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan guna menggerakan mahasiswa dalam membantu sekolah dasar yang tertinggal.

Pada kampus mengajar tahun 2021 jilid kedua mempunyai fokus pada pengajaran literasi, sains, dan literasi matematika. Sebelum bisa terjun mengajar ke sekolah, mahasiswa harus mengikuti pembekalan yang digelar pada 15-20 Maret.

Dr. Drs. Kamid, M.Si. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik (Warek I Unja) Universitas Jambi menjelaskan bahwa proyeksi Kementerian ada sekitar 15.000 mahasiswa yang mengikuti program kampus mengajar. Sehingga menjadi suatu peluang bagi Unja untuk mendapatkan kesempatan pada program ini, ditambah antusias mahasiswa menjadi penyebab pemerintah memberikan peluang yang besar kepada Unja.

“Peluang itu tidak akan muncul jika kita tidak ikut serta dalam berkompetisi, karena kampus kampus yang lain itu juga berkompetisi,” jelasnya kepada wartawan Genta FKIP Unja. Rabu(24/3).

Warek 1 Unja mengungkapkan bahwa banyak sekali faktor yang menyebabkan Unja menempati peringkat kedua dalam wilayah Sumatra, seperti Kepedulian masyarakat kampus terutama mahasiswa-mahasiswa yang memiliki potensi sangat besar dalam membantu masyarakat itu sendiri dan juga sosialisasi yang dilakukan oleh para pimpinan Unja.

“Sangat bangga dengan mahasiswa kita karena mereka peduli dengan keadaan disekililingnya, terutama proses belajar mengajar di Sekolah Dasar. Ini juga menjadi momentum bagi kita karena aktivitas Kampus Mengajar cukup di apresiasi oleh mahasiswa,” ungkapnya.

Sasaran dari Kampus Mengajar ini merupakan sekolah yang memiliki Akreditasi C atau yang belum terakreditasi. Oleh karena itu, mahasiswa memberikan pembekalan bagi sekolah yang kekurangan pembelajaran, sarana dan prasarana, dan bahkan teknologi yang belum terjangkau bagi sekolah itu sendiri.

“Semoga mahasiswa dapat mengambil manfaat terutama dalam pengalaman berinteraksi dengan dunia pendidikan,” pungkasnya.

Reporter: MlvnArdiansyhh

Redaktur: Adinda Valentina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here