REGENERASI SASTRA MELAYU DI ERA SOCIETY 5.0

0
173
Dr. Drs. Maizar Karim, M. Hum. saat menyampaikan materi tentang sastra Melayu.

Muaro Jambi – Dalam meregenerasi sastra Melayu, diperlukan cara kekinian agar sastra melayu tetap eksis hingga hari ini. Hal tersebut disampaikan akademisi sekaligus budayawan Jambi, Dr. Drs. Maizar Karim, M. Hum. dalam Semarak Sastra 2021 dengan tema “Era Society 5.0 dalam Sastra”. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jambi pada Senin, (5/4).

Menurutnya, di era society 5.0 seperti saat ini, sastra perlu diberi perubahan agar dapat menjadi sumber ilmu pengetahuan, alat transformasi budaya, serta sebagai media komunikasi adat, hingga menjadi industri budaya.

“Sastra saat ini, ada beberapa yang perlu kita improvisasi. Pertama, sastra Melayu sebagai sumber ilmu pengetahuan, menjadi transformasi budaya, dapat menjadi medium komunikasi adat, menjadi media proses belajar-mengajar kemudian sekarang menjadi industri budaya,“ ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, beberapa daerah di Indonesia ada yang telah memiliki sastra Melayu. Namun, untuk menempatkan sastra Melayu pada posisi dan proporsi yang sebenarnya sangatlah sulit, sehingga secara kuantitatif belum memperlihatkan keseimbangan.

“Di Indonesia ada beberapa daerah yang telah memiliki nilai sastra Melayu, yakni Aceh, Deli-Serdang, Riau-Siak-Indragiri, Sumatera Barat, Jambi-Kerinci, Palembang, Kalimantan Barat, Banjarmasin, Betawi, Buton, Ternate, Bali, Lombok, dan Bima. Namun, baru sebagian kecil yang terapresiasi. Sebagian yang lain belum terungkap kabar dan kuburnya,” jelasnya.

Harapannya, sebagai generasi di era society 5.0 mampu berkontribusi dan meningkatkan kesadaran berbudaya dengan menyebarluaskan asumsi ilmu yang didapat mengenai sastra Melayu agar tidak terlupakan.

“Kesadaran budaya orang Melayu, baik secara individual maupun kolektif merevitalisasi sastra Melayu sangat diharapkan, sehingga sastra Melayu tidak menjadi mutiara yang terlupakan,” tutupnya.

Reporter: Andin Fadillah
Redaktur: Renzi Priyanita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here