Diskriminasi Gender dalam Dunia Jurnalistik Kampus, Ambar: Kita Setara!

0
302
Diskusi spesial dalam rangka memperingati hari perempuan internasional. Minggu (14/03).

Muaro Jambi – Dalam diskusi spesial hari perempuan internasional dengan tema “Peran Perempuan dalam Pers Mahasiswa” yang diadakan oleh Genta FKIP Unja, pemateri Ambar Alyanada menyuarakan opininya tentang diskriminasi gender dalam dunia jurnalistik kampus. Minggu (14/03).

Perempuan memiliki peran penting dalam kemajuan jurnalistik, salah satunya yaitu turut serta mendukung kapasitas anak-anak muda agar menjadi jurnalis profesional. Namun, dalam dunia jurnalistik kampus di Indonesia masih ada diskriminasi gender.

Ambar Alyanada menjelaskan bahwa diskriminasi gender atau ketidaksetaraan gender masih ada dalam dunia jurnalistik terutama di kampus. Contohnya dalam bidang reporter. Perempuan lebih dipercaya untuk menulis, editing, dan semacamnya dibandingkan menjadi reporter. Hal tersebut dianggap karena resiko menjadi reporter itu lebih besar bagi perempuan. Maka dari itu, perempuan harus berani mengutarakan pendapat agar sekat-sekat perbedaan tidak menjadi persoalan.

“Kita resah dengan ketidaksetaraan gender, seharusnya hak-hak kita sebagai perempuan itu sama dengan laki-laki, kenapa harus ada perbedaan. Perempuan harus menyuarakan pandangannya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Jambi, Hendry Nursal, menuturkan jika ada ketidaksetaraan gender dan pelecehan seksual terhadap perempuan, maka perlu menyampaikan keluhan dan aduan ke lembaga pers. Hal tersebut dilakukan karena lembaga pers menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi jurnalis.

“Untuk rekan-rekan mahasiwa yang mengalami hal-hal semacam itu, dianjurkan untuk menyampaikan kepada lembaga pers yang memegang teguh kode etik,” tutupnya.

Reporter: Gendis
Redaktur: Andi Naga Wulan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here