KESIAPAN MAHASISWA HADAPI ISU PENDIDIKAN TERKINI

0
4834

Muaro Jambi- BEM KBM FKIP Universitas Jambi laksanakan konsolidasi internal terkait isu-isu pendidikan terkini, yang dihadiri anggota BEM KBM FKIP dan Ketua Lembaga Lingkup FKIP Universitas Jambi bahkan Ketua IMAKIPSI (Ikatan Mahasiswa Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia) turut hadir pada kamis (20/2) Di gedung Sekretariat BEM FKIP Unja.

Konsolidasi ini untuk menindaklanjuti surat himbauan yang disampaikan oleh Dewan Pengurus Pusat IMAKIPSI terkait isu-isu pendidikan di skala nasional maupun skala daerah terutama Provinsi Jambi, serta untuk mengasah kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam ranah pendidikan. Beberapa pendapat dan masukan dari mahasiswa kemudian akan dirembukan kembali bersama ketua BEM FKIP se-Provinsi Jambi.

Ketua IMAKIPSI Pusat, Refor Diansyah mengungkapkan, bahwa konsolidasi ini sebagai bentuk pengingat bagi mahasiswa bahwa perannya bukan hanya bergerak sebagai pelaku pendidikan tapi harus mampu mempertahankan budaya sebagai seorang mahasiswa. Karena ada 4 budaya yang harus dipegang mahasiswa seperti budaya diskusi, budaya menulis, budaya membaca dan budaya menyimak.

“Sekarang ini peran kita sebagai mahasiswa tidak hanya sebagai pelaku pendidikan tapi harus mampu mempertahankan 4 budaya ini, yaitu budaya diskusi, menulis, membaca, dan budaya menyimak” tuturnya

Dari Hasil rapat konsolidasi tersebut, didapat beberapa isu pendidikan yang dirasa penting untuk dibahas, diantaranya tentang sistem zonasi, UU pendidikan 2020, permasalahan yang ada di sekolah masing-masing dan terakhir kebijakan kampus merdeka.


Para peserta saat mengikuti kegiatan-kegiatan terkait terkait isu-isu pendidikan terkini

Refor Diansyah menambahkan, salah satu Isu yang cukup menyita perhatian publik dan ramai diperbincangkan oleh para penggelut pendidikan yaitu tentang kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim tentang Merdeka Belajar, yang ditujukan bagi pendidikan tinggi bertajuk Kampus Merdeka. Meski menuai pro dan kontra, disisi lain kebijakan ini bisa mengarahkan mahasiswa untuk lebih mengasah soft skill.

“Kampus Merdeka sebagai salah satu kebijakan yang dicanangkan Mendikbud tidak lepas dari pro dan kontra, tapi disisi lain kebijakan kampus merdeka ini juga bisa meningkatkan soft skill kita sebagai mahasiswa. ” tuturnya.

Terakhir, Refor turut menanggapi kesiapan mahasiswa terkait dengan kebijakan kampus merdeka yang dirasa masih sangat opsional ini, artinya ada yang siap dan ada juga yang belum siap. Jika pihak akademika dan sarana prasarananya mendukung, maka mahasiswa bisa menyesuaikan diri dan begitupun sebaliknya.

“ Siap tidaknya mahasiswa menghadapi kebijakan kampus merdeka ini, disesuaikan dengan kesiapan civitas akademika hingga sarana prasarana yang ada, karena semuanya saling berkaitan. “ tutupnya.

Reporter: Gendis dan Renzi
Redaktur Ratna Yusmita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here